Dokter Paru Malang, Apa Itu Penyakit Paru Interstisial?

dokter-paru-gresik-gejala-TBC
Dokter Paru Gresik, Hemoptysis Gejala Awal Penyakit TBC
23 April 2018
dokter paru jawa timur, perbedaan kanker paru dan bronkitis
Dokter Paru Jawa Timur, Perbedaan Kanker Paru dan Bronkitis
27 April 2018

Dokter Paru Malang, Apa Itu Penyakit Paru Interstisial?

dokter paru malang, penyakit paru interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Pengertian dan Jenis Penyakit Paru Interstisial

Dokter Paru Malang –¬†Penyakit Paru Interstisial¬† dapat juga disebut sebagai penyakit parenkim paru difus, merupakan kumpulan dari sekelompok penyakit paru yang ditandai dengan pembentukan jaringan parut atau fibrosis, secara progresif pada jaringan paru-paru yang berada di sekitar alveoli. Jaringan pada penyakit paru ini biasa disebut dengan jaringan Interstisial. Akibat dari pembentukan jaringan parut tersebut antara lain adalah menyebabkan penurunan elastisitas paru-paru, sehingga fungsi pernapasan akan menurun dan pasokan oksigen dalam darah akan berkurang.

Umumnya penyakin paru interstisial ini terjadi diakibatkan karena adanya gangguan autoimun, efek samping pengobatan, maupun paparan senyawa berbagaya. Namun, pada beberapa kasus tertentu penyebab dari penyakit paru interstisial  tidak dapat diketahui, misalnya saja pada kasus nonspesifik dan sarkoidosis.

Jaringan paru yang sudah mengalami fibrosis tidak dapat pulih kembali. Pengobatan yang diberikan umumnya adalah untuk memperlambat proses kerusakan paru-paru, namun tetap tidak akan dapat mengembalikan fungsi paru-paru secara utuh. Oleh karena itu, pada kerusakan yang sudah meluas, penanganan yang umumnya direkomendasikan oleh dokter paru Malang adalah dengan melakukan transplantasi paru-paru.

Jenis Penyakit Paru Interstisial

Bagi seorang penderita penyakit paru interstisial, penebalan jaringan parut dapat diakibatkan oleh peradangan, penimbunan cairan ataupun luka pada paru-paru. Beberapa jenis penyakit paru yang masik ke dalam kelompok penyakit paru interstisial adalah:

  • Pneumonia interstisial, disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.
  • Fibrosis paru idiopatik, merupakan penyakit jenis fibrosis kronis yang berkembang dengan cepat pada penderita dan belum diketahui penyebabnya.
  • Pneumonitis interstisial nonspesifik, adalah penyakit peradangan ini seringkali disebabkan oleh kelainan autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau skleroderma.
  • Pneumonitis hipersensitivitas, penyakit ini seringkali disebabkan oleh debu, kapang, atau bahan iritan lain yang terhirup secara terus-menerus.
  • Sarkoidosis, merupakan penyakit paru interstisial yang muncul bersamaan dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Asbestosis, merupakan penyakit paru interstisial yang terjadi akibat terhirupnya bahan kimia asbestos ke dalam paru-paru.

Gejala Penyakit Paru Interstisial

Gejala yang dialami oleh penderita penyakit paru interstisial umumnya adalah sesak nafas. Hampir semua pasien dengan penyakit ini akan mengalami kesulitan untuk bernafas yang diakibatkan oleh kurangnya elastisitas paru-paru. Namun secara spesifik, gejala penyakit paru interstisial antara lain adalah :

  • Batuk, yang biasanya kering dan tidak produktif.
  • Napas pendek pada saat beristirahat maupun pada saat melakukan aktivitas fisik.
  • Penurunan berat badan, paling sering pada orang dengan COP atau BOOP.
  • Dalam sebagian besar bentuk penyakit paru interstitial, sesak napas berkembang perlahan-lahan (lebih dari bulan). Dalam pneumonia interstitial atau pneumonitis interstitial akut, gejala datang lebih cepat (dalam jam atau hari).

Penyebab Penyakit Paru Interstisial

Penyakit paru interstisial terjadi pada saat jaringan paru-paru diantara alveoli mengalami kerusakan. Pada saat terjadi kerusakan inilah jaringan tersebut akan merespon dengan melakukan regenerasi sel untuk memperbaiki diri. Namun pada kodisi penderita dengan penyakit paru interstisial, proses regenerasi sel paru-paru ini terjadi secara abnormal. Hal inilah yang kemudaian akan menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Akibatnya, oksigen menjadi lebih sulit untuk diikat dan diserapoleh pembuluh darah di paru-paru sehingga penderita akan mengalami kekurangan oksigen.

Baca juga : Pneumonia –¬†Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Pneumonia

Dalam proses kerusakan paru-paru, sebelumnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, diantaranya adalah :

1. Material berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan paru jika terjadi paparan dalam jangka panjang. Yang termasik ke dalam jenis material berbahaya diantaranya adalah :

  • Serat asbestos
  • Debu batu bara
  • Dedak
  • Spora jamur dan kapang
  • Debu silika

2. Efek samping obat-obatan, ada beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan memicu timbulnya penyakit paru interstisial, diantaranya adalah :

  • Obat kemoterapi dan imunomodulator, seperti methotrexate dan cyclophosphamide.
  • Obat penyakit jantung, seperti amiodarone dan propanolol.
  • Obat antibiotik, seperti nitrofurantoin dan sulfasalazine.

3. Efek samping radioterapi. Pada pemberian radioterapi jangka panjang bagi pasien penderita kanker paru-paru dan payudara dapat memicu munculnya kerusakan jaringan paru-paru yang masih sehat. Hal ini kemudian yang akan menjadi penyebab munculnya penyakit paru interstisial. Namun, kondisi tersebut bergantung pada beberapa faktor berikut :

  • Jumlah atau volume paru-paru yang terkena radiasi.
  • Intensitas atau kekuatan radiasi yang diberikan kepada pasien.
  • Penggunaan kemoterapi bersamaan dengan radioterapi.
  • Adanya penyakit paru-paru yang muncul bersamaan dengan kanker.
  • Penyakit-penyakit autoimun. Berbagai penyakit autoimun dapat memicu munculnya penyakit paru interstisial, di antaranya adalah:
  • Dermatomiositis dan polimiositis.
  • Mixed-connective tissue disease (MCTD).
  • Vaskulitis.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Sarkoidosis.
  • Skleroderma.
  • Sindrom Sjogren.
  • Lupus Eritematosus Sistemik (LES).
  • Penyakit jaringan ikat tidak terdiferensiasi.

Kemudian selain faktor diatas, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit paru interstisial diantaranya adalah :

  • Usia
  • Paparan senyawa berbahaya di lingkungan kerja
  • Riwayat keluarga
  • Pengobatan radioterapi dan kemoterapi
  • Merokok
  • Infeksi virus kronis, terutama infeksi virus hepatitis C dan Epstein-Barr.
  • Menderita penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Diagnosis Penyakit Paru Interstitial

Bagi orang dengan penyakit paru interstisial, biasanya akan datang untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis paru karena kekhawatiran akan sesak nafas dan batuk. Untuk mendiagnosis penyakit paru interstisial pun perlu dilakukan beberapaidentifikasi masalah oleh dokter spesialis paru, diantaranya adalah :

  • Pemeriksaan sinar X pda dada, merupajan tahapan pertama dalam evaluasi seseorang dengan masalah pernapasan. Hasil dari rontgen pada orang dengan penyakit paru-paru interstitial mungkin menunjukkan garis-garis halus di paru-paru.
  • Computed tomography (CT scan), digunakan untuk menciptakan gambar rinci dari kondisi paru-parui dan struktur di sekitarnya.
  • CT scan Resolusi tinggi, jika dicurigai adanya penyakit paru interstisial, maka penggunaan CT Scan tertentu untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi penyakit paru interstisial.
  • Uji fungsi paru, cara ini dilakukan dengan mendudukan seorang yang dicurigai menderita penyakit paru interstisial dan bernafas melalui tabung. Orang dengan penyakit paru interstisial akan memiliki kapasitas paru-paru yang lebih kecildari orang normal, sehingga kemampuan seseorang dengan penyakit paru tersebut mungkin akan mengalami penurunan kemampuan untuk mentrasfer oksigen dari paru-paru ke dalam darah.

Pengobatan Penyakit Paru Interstisial

Dalam melakukan pengobatan penyakit paru interstisial, Dokter Paru Malang sebelumnya akan terlebih dahulu mengambil jaringan paru untuk dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop untuk menentukan jenis penyakit paru interstisial yang diderita oleh pasien.

Baca juga : Dokter Spesialis Paru Jawa Timur

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan jaringan paru-paru atau yang biasa disebut biopi paru-paru, diantaranya adalah :

  • Bronkoskopi, yaitu prosedur pengambilan jaringan paru melalui mulut atau hidung ke dalam saluran udara. Alat kecil endoskopi dapat mengambil sampel jaringan paru-paru.
  • Video thorakoskopic, yaitu metode pengambilan jaringan paru dengan menggunakan alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil, ahli bedah dapat mengambil beberapa daerah jaringan paru-paru.
  • Biopsi paru terbuka (torakotomi), dalam beberapa kasus, operasi tradisional dengan sayatan besar di dada diperlukan untuk mendapatkan biopsi paru-paru.

Setelah diketahui jenis penyakit paru apa yang diderita pasien, langkah Dokter Paru Malang selanjutnya adalah melakukan pengobatan penyakit paru interstitial. Pengobatan untuk penyakit paru-paru interstitial itu sendiri bervariasi sesuai dengan jenis penyakit paru-paru interstitial dan penyebabnya, diantaranya adalah :

  • Antibiotik, adalah pengobatan yang efektif untuk sebagian besar pneumonia interstitial. Azitromisin (Zithromax) dan levofloxacin (Levaquin) menghilangkan bakteri yang menyebabkan pneumonia yang paling interstitial. pneumonia virus biasanya hilang dengan sendirinya.
  • Kortikosteroid, merupakan obat yang memiliki funsi seperti prednison dan metilprednisolon yang memiliki efek untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan mengurangi jumlah peradangan di paru-paru dan seluruh tubuh.
  • Oksigen, penderita penyakit paru interstisial biasanya akan mengalami kesulitan bernafas, nah oksigen tambahan itu sendiri diberikan untuk memperbaiki gejala. Biasa menggunakan oksigen mungkin juga melindungi jantung dari kerusakan yang disebabkan oleh kadar oksigen rendah.
  • Transplantasi paru, pengobatan ini merupakan pilihan terbaik jika penyakit paru interstisial sudah berada dalam tahap berat sehingga menyebabkan kerusakan parah. Kebanyakan orang yang menjalani transplantasi paru-paru untuk penyakit paru-paru interstitial memiliki perubahan besar dalam kualitas hidup dan kemampuan untuk berolahraga.

Dokter Spesialis Paru Surabaya

dr. Isnin Anang Marhana, Sp.P(K), FCCP, FIRS
e-mail : marhanadr@yahoo.com
Surabaya, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *