Dokter Paru Malang, Mengenal Penyakit Asma dan Pengobatannya

dokter paru jawa timur, perbedaan kanker paru dan bronkitis
Dokter Paru Jawa Timur, Perbedaan Kanker Paru dan Bronkitis
27 April 2018
dokter paru malang, makanan untuk penderita kanker paru
Dokter Paru Malang, 5 Jenis Makanan Yang Baik Bagi Penderita Kanker Paru
28 Mei 2018

Dokter Paru Malang, Mengenal Penyakit Asma dan Pengobatannya

dokter paru malang, penyakit asma dan pengobatannya

Dokter Paru Malang, Mengenal Penyakit Asma dan Pengobatannya

Dokter Paru MalangAsma merupakan suatu peradangan kronis yang umumnya terjadi pada saluran pernapasan dan ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus. Gejala umum yang ditimbulkan akibat dari adanya penyakit asma ini diantaranya meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Kondisi yang menyebabkan munculnya gejala-gejala penyakit asma itu sendiri diakibatkan karena saluran udara yang mengalami penyempitan dan pembengkakan sehingga menghasilkan lendir melebihi kondisi normal dan menimbulkan kesulitan bernapas pada penderita.

Setiap orang yang mengalami gejala asma yang berbeda. Beberapa hanya mengalami serangan asma pada waktu-waktu tertentu, namun juga ada beberapa orang yang mengalami serangan asma sepanjang waktu. Gejala yang dimaksud mulai dari sesak napas, nyeri dada, sulit tidur karena sulit bernapas, dan menimbulkan suara saat napas sehingga kondisinya semakin parah saat pilek atau flu. Tingkat keparahannya bervariasi pada masing-masing orang.

Pada kebanyakan pasien yang ditangani dokter paru Malang, gejala asma yang berulang akan menyebabkan seorang penderita asma mengalami kesulitan untuk tidur. Sehingga akibatnya adalah terjadinya kelelahan pada siang hari dan kemudian berdampak pada terganggunya aktivitas, baik saat sekolah maupun bekerja.

Tanda bahwa kondisi asma mungkin memburuk ketika gejalanya lebih sering datang, semakin sulit bernapas, dan rutin menggunakan inhaler.

Baca juga : Tipe-Tipe Penyakit Asma, Gejala dan Pengobatannya

Lalu, bagaimana bagaimana kita mengetahui seseorang mengalami asma atau tidak? Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami asma biasanya pada anak berusia diatas lima tahun hingga usia dewasa, diagnosa yang dilakukan dokter paru Malang menggunakan cara memberikan penjelasan secara rinci mengenai gejala dan kesehatan. Selain itu juga dilakukan dengan melakukan tes fungsi untuk mengukur seberapa cepat dan banyak udara yang dapat dikeluarkan.

Sementara itu, untuk anak yang berusia dibawah lima tahun, diagnosis akan sulit dilakukan karena tes fungsi paru tidak akuran saat pasien belum berusia lima tahun. Sehingga dokter paru Malang akan bergantung pada informasi rinci terbaru mengenai kondisi kesehatan pasien.

Untuk penyebab seseorang menderita asma, saat ini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor resiko terkuat yang dapat menyebabkan asma, diantaranya yaitu kombinasi dari genetika dan paparan zat pemicu alergi atau iritasi, seperti alergi yang berasal dari debu, tungau, bulu hewan peliharaan, asap rokok, iritasi kimia di tempat kerja, dan polusi udara. Sedangkan untuk faktor pemicu lainnya bisa berasal dari udara dingin, emosional ekstrem, seperti kemarahan atau ketakutan, dan latihan fisik. Bahkan, obat seperti aspirin, obat anti-inflamasi non-steroid, serta beta-blocker yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, kondisi jantung, dan migrain dapat memicu asma.

Perawatan Penderita Asma

Penyakit asma sendiri merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun dengan terapi pengobatan maka akan dapat mencegah pasien mengalami asma atau mengurangi jumlah serangan. Pengobatan yang dilakukan diantaranya adalah dengan penggunaan inhaler khusus agar pasien dapat bernapas dalam dalam sehingga mencapai paru-paru dengan cepat dan membuat pasien merasa lebih baik.

Baca juga : Dokter Spesialis Paru dan Saluran Pernapasan Jawa Timur

Selain itu, penyakit asma juga tak dapat dicegah. Namun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk membuat perencanaan agar dapat hidup dengan baik. Hal ini termasuk mengambul kendali atas perawatan dan pengobatan berkelanjutan, mengidentifikasi dan menghindari pemicu asma, serta belajar mengenai tanda-tanda akan terjadinya serangan asma yang meliputi batuk ringan, napas berbunyi atau sesak napas.

Adapun untuk perawatan pasien asma yang dapat dilakukan di rumah dapat dilakukan dengan cara menggunakan pendingin udara (AC) untuk mengurangi jumlah serbuk sari daru pohon, rumput dan gulma yang masuk ke dalam rumah. Atau jika Anda tidak memiliki AC, maka usahakanlah untuk menutup jendela rumah sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk.

Anda juga dapat meminimalkan jumlah debu yang dapat memperburuk kondisi penderita di malam hari dengan rajin mengganti baran-barang seperti seprai, sarung bantal, kasir, karpet, hingga gorden.

Kemudian selain perawatan diatas, Anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri, seperti dengan cara menggunakan masker untuk mulut dan hidung saat udara dingin, olahraga teratur untuk memperkuat jantung dan paru-paru, mempertahankan berat badan, serta mengontrol penyakit maag dan gastroesophageal reflux (GERD).

Dokter Spesialis Paru Surabaya

dr. Isnin Anang Marhana, Sp.P(K), FCCP, FIRS
e-mail : marhanadr@yahoo.com
Surabaya, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *