Dokter Paru Sidoarjo – Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Pneumonia

dokter paru gresik jawa timur
Dokter Paru Gresik, Pengobatan Saluran Pernapasan Jawa Timur
12 April 2018
dokter paru malang spesialis kanker dan penyakit paru
Dokter Paru Malang, Mengenal Jenis-Jenis Kanker Paru
19 April 2018

Dokter Paru Sidoarjo – Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Pneumonia

dokter paru sidoarjo, spesialis penyakit paru

Penyakit Pneumonia

Pengertian Pneumonia

Dokter Paru Sidoarjo – Pneumonia adalah istilah medis untuk menggambarkan sebuah penyakit paru-paru yang dapat terjadi secara ringan maupun serius yang mengancam nyawa. Sedangkan menurut wikipedia, Pneumonia atau radang paru-paru adalah kondisi inflamasi pada paru, utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus. Penyakit paru-paru ini akan mengakibatkan kantung udara dalam paru menjadi terisi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, demam, menggigil, serta kesulitan bernapas.

Setiap tahunnya, pneumonia menjangkiti sekitar 450 juta orang, tujuh persen dari total populasi dunia, dan menyebabkan sekitar 4 juta kematian. Walaupun pneumonia dijuluki oleh William Osler pada abad ke-19 sebagai “the captain of the men of death” (pemimpin kematian). Pneumonia paling serius jika terjadi pada bayi dan anak-anak, orang tua diatas usia 65 tahun, dan orang-orang dengan masalah kesehatan yang mendasarinya atau sistem kekebalan tubuh yang lemah

Penyebab Pneumonia

Ada banyak sekali kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit pneumonia, namun umumnya penyakit ini diakibatkan karena infeksi bakteri dan virus dari udara yang kita hirup. Berdasarkan penyebabnya, pneumonia diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Community-acquired pneumonia

Jenis penyakit pneumonia ini merupakan jenis penyakit paru yang paling banyak diderita dibandingkan jenis pneumonia lainnya. Biasanya terjadi di tengah-tengah masyarakat, atau dalam kata lain di luar rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Jenis pneumonia ini disebabkan karena :

  • Virus, termasuk beberapa jenis virus yang juga menyebabkan pilek dan flu. Virus jenis ini biasanya akan menyebabkan pneumonia pada anak-anak yang berusia di bawah 2 tahun.
  • Bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae yang dapat terjadi dengan sendirinya (secara langsung) ataupun setelah mengalami flu atau batuk pilek sebagai komplikasinya. Jenis bakteri lain penyebab pneumonia adalah Mycoplasma pneumoniae, biasanya menimbulkan gejala pneumonia yang lebih ringan dibanding jenis lainnya.
  • Jamur, biasanya ditemukan pada tanah dan kotoran burung. Jenis pneumonia ini merupakan jenis yang paling sering terjadi pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV-AIDS.
  1. Hospital-acquired pneumonia

Jenis pneumonia ini merupakan jenis yang didapat di rumah sakit, dimana disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang telah dirawat selama 48 jam atau lebih karena penyakit lainnya. Pneumonia jenis ini bisa lebih serius karena biasanya bakteri akan lebih resisten (kebal) terhadap segala antibiotik.

  1. Health care-acquired pneumonia

Perawatan kesehatan pneumonia adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang-orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau telah dirawat di klinik rawat jalan, termasuk pusat-pusat dialisis ginjal. Seperti didapat di rumah sakit pneumonia.

  1. Pneumonia aspirasi

Merupakan pneumonia yang terjadi ketika seseorang menghirup makanan, minuman, muntahan atau air liur ke dalam paru-paru.

Gejala Pneumonia

Tanda-tanda atau gejala munculnya pneumonia sendiri sangat beragam. Namun secara khusus ada beberapa gejala yang dapat dijadikan sebagai tanda seseorang terkena pneumonia, yaitu meliputi batuk, nyeri dada, demam, dan kesulitan bernapas.

Adapun tanda-tanda lainnya diantaranya adalah :

  • Demam, berkeringat dan menggigil
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket)
  • Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
  • Sesak napas (nafas cepat)
  • Kelelahan dan nyeri otot
  • Mual, muntah atau diare
  • Sakit kepala

Pengobatan Pneumonia

Pengobatan penyakit saluran pernapasan pneumonia ringan membutuhkan rawat jalan dengan penggunaan antibiotik dan beristirahat. Sementara itu, dalam kasus pneumonia sedang, pasien harus menjalani rawat inap dan menggunakan antibiotik secara intravena. Sedangkan untuk pasien dengan pneumonia berat harus menjalani rawat inap dan menggunakan antibiotik secara intravena, juga menjalani intubasi serta menggunakan ventilasi mekanis untuk membantu pernapasannya.

Pneumonia umumnya tidak menular, namun jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, maka sebaiknya menjauh atau menghindari kontak dengan penderita pneumonia sampai kondisi si penderita benar-benar pulih.

  1. Konsumsi obat medis

Untuk seseorang dengan pneumonia ringan, penanganannya dapat berupa pemberian antibiotik yang diresepkan oleh dokter spesialis paru, cukup istirahat, dan banyak minum umumnya sudah cukup. Pengidap juga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Disamping itu, ada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala dari pneumonia yang Anda alami, yaitu :

  • Mengonsumsi analgesik (obat pereda sakit) seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan dan menurunkan demam. Namun jika Anda termasuk orang yang alergi terhadap aspirin, obat anti inflamasi nonstereoid lain, atau menderita asma, tukak lambung, dan gangguan hati atau pencernaan, hindari menggunakan ibuprofen.
  • Berhenti merokok karena kebiasaan ini dapat memperburuk pneumonia.
  • Menghindari konsumsi obat batuk karena batuk berfungsi membantu Anda mengeluarkan dahak dari paru-paru.

Orang dengan kondisi fisik yang sehat,umumnya akan dapat segera pulih secara normal setelah melakukan perawatan selama 14-21 hari. Namun, jika gejala pneumonia yang dialami tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu 48 jam, segera hubungi dokter spesialis pari. Ini karena mungkin saja obat yang Anda konsumsi tidak efektif membasmi bakteri pneumonia, atau bisa juga pnemonia Anda disebabkan oleh vaktor lain, seperti virus.

  1. Rawat Inap di Rumah Sakit

Penanganan medis untuk penyakit pneumonia di rumah sakit akan melibatkan dokter spesialis paru-paru yang akan melakukan penanganan berupa pemberian antibiotik dan cairan tubuh lewat infus, serta oksigen untuk membantu pernapasan. Ventilator di Ruang Perawatan Intensif (ICU) juga mungkin dibutuhkan untuk membantu sistem pernapasan yang sedang melemah.

  1. Rawat Inap dan Menggunakan Antibiotik Secara Intravena

Untuk kasus pneumonia berat, penderita akan memerlukan rawat inap dan menggunakan antibiotik secara intravena. Dalam kasus pneumonia berat, obat golongan vasopresor (obat untuk meningkatkan tekanan darah) juga sering kali dibutuhkan untuk melawan efek septic shock.

Selain itu, Dokter Spesialis Paru juga mungkin akan menggunakan Bilevel Positive Airway Pressure (BiPAP) pada pasien tertentu untuk menghindari intubasi dan penggunaan ventilasi mekanis tradisional. BiPAP adalah teknik noninvasif untuk memberikan udara bertekanan kepada pasien yang sering kali juga digunakan untuk mengatasi sleep apnea.

Pencegahan Pneumonia

Penyakit paru-paru dan saluran pernapasan pneumonia dapat dicegah dengan cara sederhana, yaitu dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti menghindari alkohol, menghindari rokok, menjaga kebersihan, serta memakan makanan yang bergizi untuk menjaga kekebalan tubuh.

 

Dokter Spesialis Paru Surabaya

dr. Isnin Anang Marhana, Sp.P(K), FCCP, FIRS
e-mail : marhanadr@yahoo.com
Surabaya, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *