Dokter Paru Surabaya, Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

tanaman pencegah sakit paru
CARA MENCEGAH PARU PARU BASAH
22 Januari 2018
dokter paru gresik jawa timur
Dokter Paru Gresik, Pengobatan Saluran Pernapasan Jawa Timur
12 April 2018

Dokter Paru Surabaya, Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

dokter paru surabaya, pengoobatan ppok

Berbagai Pilihan Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Paru-paru merupakan organ yang memiliki peran sangat penting bagi tubuh karena fungsinya  dalam sistem pernafasan, dimana terdapat pertukaran oksigen dan juga pertukaran karbondioksida di dalam darah. Karena itulah, apabila fungsi paru-paru mengalami gangguan karena satu dan lain hal, maka otomatis sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia dan harus ditangani dengan seksama.

Salah satu penyakit paru-paru yang terbilang berbahaya adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Penyakit ini sendiri merupakan jenis penyakit paru jangka panjang yang menghalangi aliran udara pada paru-paru.

Dalam pengobatan PPOK, sebagian besar akan mencakup pengendalian gejala, dapat mencegahnya semakin memburuk. Pengobatan PPOK yang baik dapat membantu pasien menjadi aktif dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, serta mencegah dan mengobati komplikasi.

Ada 4 macam pendekatan utama untuk pengobatan Penyakit Paru Obstruktif, yang mana akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit pasien. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan Dokter Paru Surabaya mengenai pendekatan pengobatan PPOK.

Pengobatan dengan perubahan gaya hidup

Metode pendekatan ini dapat digunakan dalam kasis PPOK ringan, kebanyakan dokter spesialis paru akan menganjurkan perubahan gaya hidup yang dapat mengobati gejala PPOK yang timbul. Bahkan untuk kondisi PPOK yang berat sekalipun, perubahan gaya hidup tetap diperlukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam perubahan gaya hidup adalah dengan berhenti merokok, berolahraga dan diet.

Terapi pengobatan PPOK

Penyakit Paru Obstruktif memiliki dampak yang merusak kemampuan Anda untuk bernafas. Karena itu terapi oksigen dapat membantu membuat pernapasan Anda menjadi lebih mudah dan lancar.

Terapi oksigen dapat membantu Anda:

  • mengurangi gejala PPOK
  • memasok oksigen bagi darah dan organ lainnya
  • memudahkan untuk tidur
  • mencegah gejala dan memperpanjang masa hidup
  • Mengobati PPOK dengan rehabilitasi paru

Selain itu, untuk penderita penyakit paru juga dapat dilakukan rehabilitasi paru (rehabilitasi pernapasan) untuk mempelajari cara untuk mengendalikan pernapasan melalui olahraga, nutrisi dan pikiran positif.

Mengobati PPOK dengan obat-obatan

Berikut beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk meringankan gejala PPOK :

  1. Bronkodilator

Merupakan obat untuk membuka saluran bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru dari jalan napas). Inhaler atau nebulizer dapat digunakan dengan obat ini, perangkat ini akan menghantarkan obat secara langsung ke paru-paru dan jalan napas.

Ada dua kelas Bronkodilator, yaitu :

  • β-agonis bisa berbentuk kerja cepat (misalnya albuterol) atau kerja lambat (misalnya salmeterol). β-agonis kerja cepat sering disebut sebagai “inhaler penyelamat” karena dapat digunakan untuk memperbaiki pernapasan dengan cepat saat terjadi flare-up PPOK. β-agonis kerja lambat, yang digunakan dua kali sehari, merupakan bagian dari terapi pemeliharaan.
  • Obat-obatan antikolinergik, seperti Atrovent, bekerja dengan memblokir bahan kimia acetylcholine, yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Anda dapat menggunakan obat ini setiap 6 jam.
  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang dikenal mampu mengurangi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi atau iritasi karena asap rokok, suhu udara ektrem, maupun asap berbahaya. Penggunaan Kortikosteroid dapat dalam berupa inhaler, nebulizer, tablet, atau injeksi.

  1. Antibiotik dan vaksin

Gejala PPOK biasanya diiringi dengan timbulnya infeksi pada area paru-paru, nah Antibiotik inilah yang kemudian digunakan untuk mengatasi infeksi tersebut. Namun perlu diperhatikan, Antibiotik hanya akan bereaksi pada bakteri, bukan virus. Untuk mencegah terjadinya infeksi virus, maka Anda harus menjalankan vaksinasi untuk penyakit seperti fli atau pneumonia.

Berhati-hatilah dalam penggunaan antibiotik. Karena penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menimbulkan efek antibiotik pada kesehatan yang berupa resisitensi antibiotik. Maka dari itu, gunakan antibiotik hanya jika dibutuhkan saja.

  1. Obat yang membantu berhenti merokok

Rokok adalah salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan pada paru-paru. Karena itu, jika Anda mulai merasakan gejala penyakit paru, segera hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda kesulitan untuk berhenti,Aanda dapat mengakalinya dengan menggunakan obat untuk berhenti merokok. Obat-obatan ini bertujuan untuk menggantikan nikotin dalam batang rokok dengan bahan kimia lain yang tidak begitu berbahaya bagi tubuh. Pengobatan pengganti nikotin bisa tersedia dalam bentuk permen karet, patch, dan bahkan inhaler.

Selain itu, pada beberapa kasus anti depresan pun bisa digunakan sebagai obat untuk berhenti merokok. Tapi Anda tetap harus menanyakan pada dokter spesialis paru tentang efek samping sebelum menggunakannya. Dokter mungkin juga akan memberikan tips untuk berhenti merokok, seperti mengunyah permen karet, atau memperkenalkan kelompok rehabilitasi untuk Anda.

  1. Anxiolitik (obat anti-kecemasan)

PPOK merupakan penyakit kronis yang seiring dengan perkembangannya dapat menimbulkan kecemasan atau depresi sebagai bagian dari gejalanya. Untuk itu, obat-obatan untuk mengatasi kecemasan seperti diazepam (Valium) dan alprazolam (Xanax) telah terbukti menenangkan pasien pada stadium akhir dan terminal PPOK, sehingga menghasilkan peningkatan kualitas hidup.

  1. Opioid

Opioid, disebut juga obat-obatan narkotik atau anti nyeri. Obat-obatan ini memiliki kegunaan lain yaitu mengurangi kebutuhan oksigen dengan memblokir sinyal dari tubuh ke otak. Opioid sering diberikan hanya untuk PPOK tingkat lanjut karena bisa jadi adiktif.

Mengobati PPOK dengan operasi

Pada beberapa kasus PPOK, pasien dapat memanfaatkan jalan operasi yang tujuannya adalah untuk membantu paru-paru agar dapat bekerja lebih baik. Secara umum, ada 3 janis operasi untuk mengobati PPOK, antara lain ialah :

  1. Bullectomy, prosedur operasi ini dapat dilakukan apabila paru-paru yang mengalami kerusakan meninggalkan kantung udara di area dada (bulla). Operasi pengangkatan kantung udara ini dapat membantu paru-paru agar dapat berfungsi dengan lebih baik
  2. Operasi pengurangan volume paru (LVRS), sesuai dengan namanya, prosedur operasi ini adalah dengan mengurangi ukuran paru-paru yang berupa pengangkatan bagian paru-paru yang mengalami kerusakan. Operasi jenis ini sendiri cenderung mengandung banyak resiko dan tidak terlalu efektif. Namun meskipun begitu, pada beberapa pasien, operasi ini dapat meningkatkan pernapasan dan kualitas hidup.
  3. Transplantasi paru, pada kasus PPOK yang parah, pasien mungkin akan membutuhkan transplantasi paru-paru untuk tetap dapat bernapas dan bertahan hidup. Operasi transplantasi ini mengandung banyak resiko dan ancaman infeksi. Bahkan ada juga kemungkinan bahwa tubuh pasien akan menolak organ paru yang baru dan berakibat fatal. Namun, jika prosedur operasi ini berhasil maka dapat meningkatkan fungsi paru dan kualitas hidup.

Dokter Spesialis Paru Surabaya

dr. Isnin Anang Marhana, Sp.P(K), FCCP, FIRS
e-mail : marhanadr@yahoo.com
Surabaya, Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *